Mengenai Saya

Sabtu, 26 Januari 2013

"Tunjuk Satu Bintang" Part II



Bulan Maret sekolah mereka mendapatkan undangan pertukaran pelajar ke Malaysia. Setelah melakukan beberapa seleksi dipilihlah 2 orang yang mewakili mereka dari kelas 11 yaitu tidak lain dan tidak bukan Handi dan Dita. Mereka berangkat ke Malaysia petengahan bulan maret, dan akan berada disana selama 2 bulan untuk memperkenalkan budaya Indonesia serta mengikuti beberapa pelatihan serta seminar- seminar yang di adakan di Negri Jiran tersebut.
            Banyu bangga karena sahabatnya Handi bisa mewakili sekolah mereka, namun ia lebih bangga lagi karena Dita juga ikut serta. Setelah seminggu kepergian mereka berdua kelas menjadi agak berbeda untamanya untuk Banyu. Karena Ia duduk seorang diri di mejanya. Banyu jadi agak sedikit pendiam. Karena dalam hatinya ia merindukan Dita, sepulang sekolah Banyu pergi ke warnet untuk membukan akun pribadinya Dita siapa tau ia bisa mendapatkan kabar tentang DIta dan sahabatnya itu, namun tidak disangka ketika melihat “twitter” nya Dita ia melihat Foto Dita bersama Handi dan dita membuat status: “Sangat bangga berada disini , terimakasih untuk Handi yang tidak pernah lelah mengajari saya banyak hal. Proud of you Handi..”

Banyu seketika terdiam. Ia sangat iri dengan Handi yang bisa bersama Dita, ia berkhayal andaikan saja Ia yang berada diposisi Handi sekarang. Namun cepat – cepat Banyu menghentikan lamunanya kemudian Ia berpikir dalam hatinya.
“Dibandingkan dengan Handi aku tidak ada apa-apanya, Handi pintar serba bisa juara satu dari awal kita di SMA. Dita cantik, baik, dan pintar pasti ia akan lebih memilih Hnadi dibandingkan aku hmmm jadi inget deh lagu yang gue nyanyiin bareng Dita (APalah Arti Cinta _SHE) hoalllahh guuue galau..”
            Ketika ingin pulang Banyu bertemu dengan Sella di jalan ia sedang berada dipinggir jalan sendirian.
“hay Sell, lagi apa disini?”
“itu Bay ban motor gue pecah” Jawab Sella
“Sini gue bantu dorongin motor lo, kalau ga salah didepan sana ada bengkel deh” Ajak Banyu
“Oke deh thanks Bay” Ujar Sella
Mereka ngobrol sepanjang jalan, Sella memiliki watak yang ceria dan humoris membuat Banyu yang seketika itu “Galau” menjadi ceria lagi. Hari – hari terus berjalan Banyu mulai mengikhlaskan rasa terhadap Dita untuk sahabatnya sendiri Handi. Sudah sebulan mereka berada di Malaysia. Banyu teringat perkataan Handi melalui sms tempo hari
 “Bay, jika gue ditakdirkan untuk suka sama cewek dikelas ini gue harap cewek itu seperti Dita walau akhirnya pun bukan dia tapi gue harap siapapun itu bisa seperti Dita atau lebih baik hhha”
Saat itu Banyu yakin kalau Handi juga suka sama Dita, dan disana siapa yang tau? Pasti sepulang dari Malaysia mereka sudah jadian. Banyu sangat kecewa dengan dirinya yang tidak bisa menjadi seperti Handi.
            Banyu Ingin melupakan Dita ia ingin sepulangnya mereka dari sana Ia dapat bersikap sewajarnya seperti tidak pernah terjadi apa – apa dalam dirinya, terlebih jika ada yang tau perasaan dia sebenarnya ke Dita. Bisa malu karena teman-temannya pun akan menertawakan Ia yang tak akan pernah bisa mengungguli Handi sahabatnya sendiri, Pikir Banyu.
            Kemudian ia teringat dengan Sella. Ia berpikir kalau Sella juga orang yang menarik dan cukup menyenangkan walau tak seperti Dita, ia ingin membuka hatinya kepada Sella, ada sedikit maksud pelampiasan cinta tapi ia berpikir tidak ada salahnya mencoba.
***
            Sepulangnya dari Malaysia pada hari minggu siang Dita sudah sampai rumahnya, disana Ibu dan teman baiknya Nisa sudah menunggu kedatangannya. Dita amat senang sudah kembali ke tanah air lagi dan bertemu Ibundanya yang sudah lama Ia rindukan. Seletah ganti baju Ibu Dita menyiapkan makan siang untuk Dita dan Nisa, mereka menunggu diruang tamu.
“Eh Nis, ngomong – ngomong gmana kabarnya si Banyu” Tanya Dita
“Loh? Knapa lo tiba – tiba nanyain kabar dia? Cieee kangen yaaa?” Ledek Nisa
“Ah engga ko biasa ajah hhehehehe” Jawab Dita mengelak
“Mending lo lupain ajah dia Dit, Banyu kayaknya lagi deketin si Sella deh” Jelas Nisa
“Iyakah? Hm yaudah kalo gitu” sahut Dita
            Keesokan harinya Dita mulai masuk sekolah seperti biasa, suasana kelas yang ramai. Anak laki-laki bermain bola di dalam kelas, dan yang lain mengobrol. Terlihat disana sudah ada teman-teman Dita menunggu di bangkunya untuk mendengarkan pengalamannya di Malaysia. Apalagi Okta, ia sangat mengunggu sekali cerita dari Dita karena ia sangat ingin ke negeri Jiran, bukan untuk belajar atau bekerja namun ia mempunyai niat untuk membombardir negeri tersebut yang sudah banyak meng-klaim budaya Indonesia hahahaha… Lebay ya?

“hay ! ya ampunn.. rindu sangat aku sama kalian” Sapa Dita kepada teman-temannya.
“Dit, awas Dit !” Teriak Rizki dari sudut kelas
Sebuah bola hendak menghampiri kepala Dita, dengan segera Ia menepisnya dengan kedua tangan.
“Aww..” Rintih Dita yang merasakan sakit di kedua tangannya
“Wooy! Udah gua bilang jangan maen bola dikelas! Temen gua ni jadi korban!” Sewot Okta
(prok…prok..prok…) “Gile bener kayak kipper professional aja lo Dit” Seru Banyu sambil tepuk tangan.
Banyu? Senang sekali Dita dapat melihatnya pagi itu, namun Dita berpikir ada suatu hal yang berbeda. Banyu menyapanya dengan sebutan “Lo” terlihat berbeda, namun Dita segera menepiskan pikiran itu, dengan Melihat senyum Banyu saja bisa membuat Ia tersenyum pula.
“Sorry.. sorry Dit gue ga sengaja .. sumpeh ..” Ujar Rizki
Dita hanya menganggukkan kepalanya saja.

            Saat Jam istirahat Dita membuka kotak yang berisi coklat buatan dia dan ibunya.
“Hey Kawan ! sekarang aku jualan coklat ni buatan aku sendiri loh” Teriak Dita kemudian dengan cepat sebagian teman-teman sekelasnya menghampiri Dita dan Rizki bersedia membantu untuk menjual Coklat Dita sebagai pengganti rasa bersalahnya atas kejadian tadi pagi. Kurang dari setengah jam Rizki sudah kembali dengan kotak coklat yang telah kosong. Dita dan kawan-kawan terheran, bagaimana bisa secepat itu? Rizqi pun menjawab.
“Lo semua ga perlu heran kayak gitu kali, berkat Banyu coklat lo abis Dit “
“Hah? Banyu? Ko bisa” jawab Dita dengan sedikit terkejut
“Wah emang cocok lo Ki jadi sales, hha ..” sidir Okta
“Eh tapi tunggu dulu ni, duit gue itung dulu takut bukannya si Dita untung malah rugi lagi duitnya Lo tilep!” Ujar Tia
“Iyalah kalo si Banyu lagi ga Falling in Love sama Sella ni coklat lo ga bakalan abis Dit, dia beli semua coklat lo buat si Sella, bukan hanya itu sisanya dia bagi-bagi sama anak futsal” Jelas Rizki
            Seketika ekspresi wajah Dita berubah, Nisa yang mengetahui hal itu langsung menghampiri Dita dan mengajaknya ke luar kelas. Sementara Okta dan Tia sibuk menghitung uang hasil penjualan dari Rizki.  
“Dit lo gapapa kan?” Tanya Nisa
“Hm apanya yang gapapa Nis, nyesek banget dengernya tau. Aku udah coba buat lupain dia tapi tetep aja ga bisa, kenapa aku bodoh banget ya.. Tapi sepertinya aku akan terus bertahan dengan rasa ini deh Nis. Entah sampai kapan dan entah bagaimana rasanya kelak. Tapi aku yakin Tuhan menciptakan Rasa Cinta ini bukan hanya karena kebetulan.” Jelas Dita dengan sedikit berkaca-kaca.
“Sabar ya Dit..” seraya memeluk sahabatnya itu.
***
Bel pulang pun berbunyi menandakan pelajaran PPKN pun usai.
Setelah Ibu Yatmi keluar dari kelas mereka, Banyu datang menghampiri meja Nisa dan Dita yang sedang merapikan buku dan bersiap untuk pulang.
“Nis, gue minta no hp lo dong buat tanya-tanya tentang not balok, lo kan les noh gue pengen banget bisa baca not balok” Ujar Banyu
“ Oh boleh ni gue tulis ya..”
Nisa merobek sedikit kertas dari bukunya menulis beberapa angka kemudian memberikannya kepada Banyu. Dita yang pura – pura tak peduli itu tetap saja memperhatikan Banyu dan penasaran untuk apa sebenarnya ini.
“Lo pake kartu S*mpa** Nis?” Tanya Banyu
“Eh.. Sini aku liat dulu. Ihh ini kan nomor aku.. Nisa ih iseng banget deh..” Dita yang langsung merebut kertas dari tangan Banyu dan mencoret nomor itu.
“Jangan dicoret nomor lo juga gapapa Dit ..hahahaha” Ujar Banyu yang merebut kertas itu dan segera berlari keluar
“Ih dasar cowok aneh!” celoteh Dita
“Walau aneh tapi lo suka kan Dit..”Ledek Nisa
“Ihh kamu mah, ko gitu si malah kasih no hp aku tadi? Untung sempet aku coret” Kata Dita sambil sedikit cemberut kepada sahabatnya itu.
“Tenang aja say lagian gue yakin banget pasti si Banyu ada maksud lain, dia kan pinter banget ngeles kayak bajaj hhehhe” Ujar Nisa. Dita pun tertawa mendengar pernyataan sahabatnya itu. Kemudian mereka pulang bersama.
            Di tengah jalan pulang, Rizki berlari menyusul mereka. Rizki mencoba mendekati mereka berdua karena khawatir dengan nilainya yang jelek, Ia berpikir semoga Dita dan Nisa dapat membantunya dalam hal pelajaran. Dengan hadirnya Rizki dan Ridwan  di tengah tengah persahabatan mereka membuat persahabatan mereka menjadi lebih berwarna. Rizki dan Ridwan seolah menjadi penjaga dan pelindung bagi 4 sahabat cewek yang lainnya.
            Suatu hari mereka memutuskan untuk berwisata ke pantai di daerah Jakarta Utara. Dita, Nisa, okta, Tia, Rizki dan Ridwan bermain air di pantai itu, sampai tiba saatnya mereka menikmati indahnya matahari tenggelam. Okta dan Tia sibuk untuk berfoto-foto seolah tak ingin kesempatan ini berlalu begitu saja. 
“Eh kita main jujur berani nyok” ajak Ridwan memecah keheningan sore itu.
“Boleh siapa takut..! Woy Tia, Okta mau ikutan kagak?” Teriak Rizki
“Kagak ahh ntar aja kalo udah gelap hhe” Sahut Okta
“Bocah gila udah gelap mah kita pulang kale..” ledek Rizki.
“Ya udah kita berempat aja, gmana peraturannya?” Tanya Dita
“Seperti biasa masing-masing dari kita dapet giliran mau Tanya ke siapa, Nah kalo orang yang ditanya ga mau jawab yang jujur, maka dapet hukuman harus mau ngelakuin apa aja yang diminta si penanya, gmana? Oke deal?” Jelas Ridwan
 Nisa mendapatkan giliran pertama untuk bertanya, ..
“Hm Gue pengen nanya sama Ridwan, Kenapa Lo ga mau nerusin kuliah di jurusan Seni? Padahal kan gambar lo baguuuus banget?” Selidik Nisa
“Oke, sebenernya gini ye, walau tampang sangar, tegas, berwibawa dan baik hati gini – gini gue masih mau nurut sama orang tua gue. Berhubung bokap gue tentara ya mau ga mau gue harus lanjutin tuh profesi bokap gue. “ Jawab Ridwan
“ Tapi emang kamu ga nyesel gitu nantinya wan?” Tanya Dita
“Ga tau juga si, tapi yang paling penting sekarang gue harus bisa yakin sama jalan yang udah gue pilih sekarang, lagi pula siapa lagi selain gue yang bisa ngebahagiain nyokap bokap? Secara gue anak satu-satunya” Terang Ridwan
“Alaaaah bilang aja lo takut kagak di kasih makan lagi sama nyokap lo kalo sampe masuk Jurusan seni kan??  Haahahahaha. ” Ledek Rizki
“Iyeee juga itu juga salah satu alasan gue sob hahahaha. Eh Kan yang nanya tadi si Nisa kenapa Lo ikut-ikut Dit? Wah wah curang lo! Hahahha” Ujar  Ridwan
“Eh emang ga boleh ya?” Jawab Dita
“Ya ga boleh lah Dit, Ya udah sekarang lo pilih Jujur apa Berani?” Tanya Rizki
“Jujur aja deh… takuta disuruh yang macem-macem” Ujar Dita
“ Oke gue yang Tanya, ada ga sih cowo yang lo suka dikelas kita? Kayaknya sih gue tau pasti Handi” Tanya Rizki dengan penuh penasaran.
“Waduh! Itu kan urusan pribadi masa harus dijawab juga sih?” Protes Dita
“Iya emang harus Dit hha sabar yah? Udah jawab aja. Lagian Gue yakin si Ridwan sama Rizki bisa jaga rahasia ko.” Bujuk Nisa
“Tapi bener ya jangan ada yang bocorin rahasia, kalo engga persahabatan kita terancam! . Hm kalo Nisa pasti udah tau tapi buat kalian, emang mungkin kebanyakan temen dikelas ngira aku suka sama Handi. Atau Handi yang suka sama aku tapi bukan dia, aku sukanya sama Banyu wala aku tau sekarang dia udah sama Sella tapi ga tau kenapa rasa ini ga mau pergi. Kalau tentang Handi jujur aku ga tau apa-apa tentang perasaan dia ke aku. Toh dia juga belum bilang apa-apa” Terang Dita sambil menundukkan wajahnya karena malu.
“Ciiieeee… cieeee.. ciieeee.. “ Ledek Rizki dan Ridwan
“Oke Sekarang giliran aku, Rizki! Mau jujur apa berani?” Tawar Dita
“Hm… dari pada rahasia perusahaan Gue kebongkar, gue milih berani aja deh!” Tantang Rizki
“Oke, aku mau kamu buka baju kamu trus masuk ke air lalu guling gulingan di pasir.” Ujar Dita
“Wah ! Gila Lo DIt udah hampir malem gini tau !” Ujar Rizki
“Eh lo juga ga boleh curang Ki. Ayo cepetan ihh !” Celoteh Nisa sambil menarik Rizki untuk berdiri.
Akhirnya Rizki pun membuka bajunya dan melakuakan apa yang diminta Dita. Dan Tia dan Okta ikut tertawa melihat aksi Rizki yang guling-gulingan dipasir pantai dan dengan sengaja Tia merekam AKsi sahabatnya itu melalui camera handphone. Rizki yang mengetahui hal tersebut langsung protes tak suka kemudian kejar-kejaran dengan Tia untuk merebut rekaman Video itu.
            Tak terasa hari menjelang malam, mereka pun pulang dengan menaiki angkutan umum dan kereta menuju Bogor kembali. Sungguh pengalaman liburan yang menyenangkan bagi Enam sahabat ini.
            Waktu sudah menunjukan pukul 22.00 ketika Dita sampai rumah. Setelah mandi Dita meliahat Handphone nya yang sedari tadi sore mati. Ia ingin memastikan kelima temannya itu sampai rumah juga dengan selamat. Dita mengirim pesan singkatnya satu per satu kepada Ridwan, Rizki, Okta, Nisa dan Tia. Dan mereka menjawab pesan Dita dengan segera mengabarkan bahwa mereka baik-baik saja. Dan paling terakhir membalas sms.nya adalah Rizki yang kemudian mengeluhkan macet total menuju rumahnya. Dengan napas lega Dita bersiap-siap untuk tidur karena esok hari harus sekolah seperti biasanya. Namun tiba-tiba Handphone nya berbunyi kembali.
“Ini Dita ya? Lg apa Dit?” (Jam 19.00)
Sepertinya pesan itu baru masuk di handphonenya. Ia menoleh kea rah jam dinding sudah hampir jam 22.30. ia membalas pesan itu
“Iya.. maaf ini siapa ya? Tadi Hp saya mati dan baru nyala sekarang”
Dita berpikir kalau orang itu tak akan membalas pesannya karena sudah malam. Namun tiba-tiba..
“Ini aku Banyu.. kamu belum tidur?”
Seketika Dita bangun dari tidurnya dan terkejut senang. Namun ia berusaha menyembunyikan bahagiannya itu ke Banyu.
“Oh kamu Bay. Ia ini lagi mau tidur ada apa Bang?” Jawab Dita
“Eh ko abang ? Emang gue tukang ojek apa?” Balas Banyu
“Ya mirip – mirip dikitlah.. hha Btw mau naya dong Bang?” Tanya Dita
“Tanya apa neng..?” Jawab Banyu
“Ongkos dari rumah saya sampai sekolah berapa ya bang kira-kira? :p ” Ledek Dita
“Wah itu sih murah lah… 10rb per meter. Hahahahaha” Jawab Banyu
“Lha? Mahal banget itu mah Bang, hhe eh udah malem ni aku tidur dulu ya Bay” Balas Dita
“Oke sip.” Tutup Banyu
            Dita mengharapkan ada ucapan selamat malam untuknya namun ya apa boleh buat, Banyu emang Aneh. Walau begitu Dita bisa tersenyum senang dalam tidurnya malam ini.  


~To Be Continued~ 
By :Tiara Ekawati Po Wijaya
Follow @TiaraEpow 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar