Cinta
merupakan satu kondisi dimana ketika
kebahagiaan orang lain menjadi penting
bagi kita. Pagi yang cerah mengawali langkah
pertama Dita untuk menuntut ilmu di
sekolah baru dengan tingkat yang lebih
tinggi. Bertemu dengan berbagai macam karakter baru dengan individu yang berbeda pula. Hha begitu menyenangkan.
Ia adalah seorang gadis Bernama
Dita,seorang remaja yang baru saja merasakan
kelulusan, nilai sempurna, pencapaian
yang memuaskan, karena itu Ia berhasil meninggalkan sekolah lamanya dengan penuh senyuman.
Dita sudah ditinggal oleh
ayahnya sejak ia berumur 6 tahun, Ia anak tunggal dan kini ia tinggal hanya
berdua bersama Ibunda tercintanya di Kota Bogor. Karena itulah membuat pribadi
Dita menjadi Mandiri, Pintar dan ia sangat sayang Ibunya.
Dimana
ada petemuan pasti ada perpisahan
itulah yang Dita alami. Hada cinta
pertamanya harus Ia tinggalkan, perpisahan yang menggantung dengan berbagai janji yang tak tersampaikan.Perasaan murung
menyelimuti hatinya, seperi awan mendung
yang selalu mengikuti kemana pun Ia pergi. Dita
hanya menatap papan tulis Bertuliskan
rumus-rumus Matematika dengan tatapan
kosong dan hampa.
Nisa
teman sebangku Dita sekaligus sahabat barunya itu menyadari kejanggalan yang ada pada diri sahabatnya itu. Nisa mengajak Dita keluar kelas dengan alasan ke kamar kecil. Alasan yang selalu berhasil untuk memnta izin meninggalkan pelajaran yang membosankan. Terlebih lagi dengan di
ajar pa Supri guru kolot namun mempunyai
otak yang luar biasa, trus knapa kolot?
Hahay karna pa Supri sangat buruk dalam hal membaca situasi dan mood muridnya alhasil pelajaran matematika adalah hal yang paling membosankan di Sekolah ini.
“ Ta.. knapa sih loh? Gue perhatiin murung banget hidup
lo?” Tanya Nisa
“ Entahlah Nis, gini yah rasanya kehilangan? Udah 6
bulan gak kasih kabar. Gue kan juga butuh spirit dalam hidup. Awalnya gue fine-fine ajh . Tapi lama-lama…” Tiba-tiba ada suara yang
memotong percakapan mereka
“ Misi- misi.. orang ganteng mau
lewat…” 2 orang aneh tiba-tiba menyerobot
dari belakang.
“Huh biasa aja dong…!” Sahut Nisa sewot.
Deny dan Handi, 2 orang yang aneh menurut Dita. Yang satu ga bisa diem dan menyebalkan sekali yaitu Deny, dan yang satu lagi pendiem banget dan super jenius ialah Handi. Walau pendiem dan anti banget sama cewek tapi dia itu ketua kelas mereka. Mungkin hanya dia yang paling ga bisa protes saat terpilih menjadi ketua kelas, karena bagi kelas ini 11 IPA 5 ketua kelas itu menjabat pula sebagai pembantu umum dan kambing hitam. Kelas kotor yang disalahkan Handi, Guru ga datang disalahkan Handi bahkan lampu kelas mati juga Handi yang disalahkan, emangnya tukang listrik apa???
“Ya ampun Dita, lu liat ga? Tadi Handi ngeliatin lu gitu Ta” Seru Nisa.
“ Hah? Ya di kan punya mata wajarlah… hha “ Sahut Dita
“Huh biasa aja dong…!” Sahut Nisa sewot.
Deny dan Handi, 2 orang yang aneh menurut Dita. Yang satu ga bisa diem dan menyebalkan sekali yaitu Deny, dan yang satu lagi pendiem banget dan super jenius ialah Handi. Walau pendiem dan anti banget sama cewek tapi dia itu ketua kelas mereka. Mungkin hanya dia yang paling ga bisa protes saat terpilih menjadi ketua kelas, karena bagi kelas ini 11 IPA 5 ketua kelas itu menjabat pula sebagai pembantu umum dan kambing hitam. Kelas kotor yang disalahkan Handi, Guru ga datang disalahkan Handi bahkan lampu kelas mati juga Handi yang disalahkan, emangnya tukang listrik apa???
“Ya ampun Dita, lu liat ga? Tadi Handi ngeliatin lu gitu Ta” Seru Nisa.
“ Hah? Ya di kan punya mata wajarlah… hha “ Sahut Dita
***
“Siap
berdoa mulai!” Seketika kelas menjadi hening
karena komando dari ketuakelas mereka Handi.
Kemudian pelajaran pun dimulai. Setelah
memberikan tugas seperti biasa pa Supri keluar kelas sampai pada 5 menit terakhir jam pelajaran usai… Huuhh ..
“ Eh Nis, mau kemana tuh Handi?” Tanya Dita kepada Nisa
“ Cie, jadi merhatiin Handi gitu loh Ta?” sindir Nisa.
Tiba-tiba….
“ Eh Nis, mau kemana tuh Handi?” Tanya Dita kepada Nisa
“ Cie, jadi merhatiin Handi gitu loh Ta?” sindir Nisa.
Tiba-tiba….
“Sob..
Tunggu sob..” (Gubraak !!! )
“hahahahahahahahahahaha
… !” Suara kelas yang hening seketika pecah melihat Banyu terjatuh.
Banyu
anak keturunan betawi ini memiliki tubuh yang tinggi dan kulit yang kecoklatan
karna hobby nya bermain bola di lapangan. Dia merupakan teman semeja Handi
sekaligus sahabat Si Ketua kelas Handi. Ia terjatuh dam mukanya seketika memerah
dan berlari keluar kelas.
“Jiaaah..
dodol amat tuh orang?hahaha..” celoteh Nisa
“Iya
ya… hahhahaa dasar dodol !” Dita pun tertawa tepingkal – pingkal dibuatnya
sementara Banyu segera keluar kelas mengikuti jejak Handy, entah karna terburu
– buru atau karna MALU.
“Banyu”
adalah orang yang pertama yang membuat Dita tertawa kembali di hari yang suram untuknya.
Jam Istirahat Dita, Nisa, Okta, dan Tya
berbincang-bincang sambil menyantap Bakso favorit mereka.
“Gila
ya, sumpah kesel banget gue sama Deny, semuaaa barang-barang gue yang dipinjem
dia di Hak-milikin sama dia. Ogah gue pinjemin lagi tuh harta benda berharga
gue” Ujar Okta sambil menyuap bakso di tangannya.
“Emang
harta lo yang mana si yang berharga itu sampe segitunyaa ??” Tanya Tya.
“Palingan
juga sandal jepit butut yang lo punya.. hha” sambung Nisa.
“Enak
ajah Pulpen, Tipe-X, Pensil, Penghapus, Penggaris Gueee ..ga pernah dibalikin
sama dia!!!” sahut Okta jengkel.
“Nah
terus kenapa kamu masih pinjemin ATK kamu ke dia?”
“…
(Okta diaam..)”
“Kalau
kamu tau dia kayak gitu ya udah ga usah dipinjemin lagi sampe dia balikin semua
barang yang Deny pinjem. Simple kan?” Ujar Dita
“Baru
diomongin tuh dia datang sama si ketua kelas dan Banyu” tunjuk Nisa
“eh
dia kesini tuh..”
“Mau
ngapain lo kesini!” semprot Okta
“yee
santai dong gue Cuma mau balikin ni! (sambil meberikan pulpen) punya lo bukan?”
Tanya Deny
“iyeeee
Gendut Ini Punya Gue !!” Jawab Okta sewot “lagian ya lo ga liat apa ni pulpen
ada namanya. Idih ga tau malu, ga lagi lagi dah gue pinjemin apa apa ke Lo!”
sambung Okta.
“Iya
.. yang penting kan udah gue balikin. Ya udah deh Bos, Bay kita balik aja!”
Deny menimpali
Mereka
berlalu.. namun sekali lagi.. “Aduuuhhh Banyuuuuuuuu!!!” Teriak Tya yang roknya
basah karna Banyu tidak sengaja menyenggol minuman Dita dan terkena rok Tya. ..
“Hoalah..sorrry
sorry gue ga sengaja beneran deh.. haduuh ini minuman siapa emang?” ujar Banyu
“Dodol
lo ga liat rok gua yang basah kena air? Lo malah nanyain itu minuman siapa?”
kata Tya
“Udah
ty.. jangan teriak-teriak gitu ga enak sama yang lain. Banyu itu minumanku dan
sekarang kamu harus minta maaf ke Tya atas perbuatan kamu” Ujar Dita
“Ohh
punya lo Dit? Gue udah minta maaf kali, emang ga denger? Ya udah sekali lagi
gue minta maaf ya.. dan ga mungkin kan gue lap.in tuh rok lo yang basah Ty?”
Canda Banyu
“Sialan
lo ga sudi juga gue” sahut Tya
“Kaaaabuuuuur..
!” teriak Banyu sambil lari dan diikuti kedua temannya Deny dan Handi.
“hahahahahahaha…
“Dita tertawa.
“Lah
ko lo malah ketawa si Dit? Kesurupan?”Tanya Nisa sambil meraba-raba kening Dita
“Enak
ajah. Itu orang idiot amat yah hahahahaha?” (sekali agi Banyu membuat Dita
tertawa)
“Siapa?
Banyu?.. emang tuh orang-orang kagak ada yang bener otaknya” sambung Okta.
(Teeeet…teeet…
teeet..!!!) Bel masuk kelas pun berbunyi. Mereka berempat masuk kelas namun
Dita dan Tya ke kamar kecil dahulu untuk membersihkan rok Tya yang Basah..
***
Jam 06.30.. 30 menit sebelum Bel
berbunyi seperti biasa anak laki-laki bermain bola di dalam kelas, sedangkan
yang lainnya sibuk mengobrol mengenai banyak hal, dari yang penting sampai yang
tidak penting. Dita datang membawa payung dan masuk kedalam kelas dalam keadaan
sedikit kebasahan. Sambil menutup kembali payungnya ia berjalan menuju Meja
nya. Meja belakangnya sudah ada Tya dan Okta yang asik mengobrol. Sementara
teman semejanya yaitu Nisa seperti biasa ia hampir selalu datang terlambat.
Jam 07.00 bel masuk berbunyi. Hujan
di bulan September, Membuat suasana yang sejuk hingga masuk ke dalam kelas 11
IPA 5 yang sedang melakukan Kegiatan Belajar Mengajar.
“Hoaaaamp” Okta menguap.
“Oktaviani
!!!” Teriak Bu Ani Guru IPA Biologi “Tidak sopan kamu menguap didalam kelas
seperti itu!”
“Em..emm
Maaf Bu..”ujar Okta ketakutan
“Maju
kedepan kamu sekarang!”
“Mau
ngapain Bu?”
“Cepat
maju dan bantu ibu”
“Baik
Bu” Okta menuju depan kelas sambil ketakutan, hal apa yang akan Bu Ani lakukan
terhadapnya.
“Bantu
Ibu menulis semua nama teman sekelas kamu dalam beberapa kertas. Kemudian kamu
gulung seperti kertas arisan” Ujar Sang Guru muda itu
“HAH
! apa bu”jawab Okta
“Kurang
Gede itu mulutnya…!”ujar Bu Ani sambil menjewer kuping Okta.
“Hahahahahahaha…
“ Seisi kelas pun tertawa geli..
Bu
Ani menyuruh Okta untuk menulis semua nama anak kelas, dan mengocoknya dan di
bagi menjadi 6 kelompok dari 40 siswa. Setelah di kocok inilah hasilnya:
Kelompok
satu “Handi, Dita, Samsul, Banyu, Tya, Sella, Aisyah”
Kelompok
dua “Diki, Anjar, Yanto, Deny, Dini, Amel, dan Ajeng”
Kelompok
tiga “Okta, Ani, Tyas, Rizki, Ridwan, Nisa dan Puspita”
Kelompok
empat “Indra, Dian, Andin, Fahmi, Said, Kania, dan Prita”
Kelompok
lima “Siti, Farel, Sinar, Kuncoro, Indah dan Lukman”
Kelompok
enam “Septian, Hadi, Arum, Sinta, Rania dan Eka”
“Masing
– masing dari kelompok kalian harus membuar sebuah karya ilmiah yang
berhubungan dengan Alam dan Sekitarnya, dikumpulkan paling lambat Dua minggu
dari sekarang. Dan Kelompok terbaik akan mendapatkan nilai 9 dalam UTS nanti
dan mendapat sebuah hadiah voucher Nonton di Cinema 21 masing – masing satu Gratis!!!” Ujar Bu Ani..
“Waaaaw
… gile bener nilai 9 di UTS, ga perlu belajar lagi gue” celoteh Deny
“Iya
itu juga kalo kelompok lo menang Gendut! Jangan seneng dulu deh kelompok gue
atau kelompoknya Dita yang pasti menang” Celoteh Okta
“
Kalau kelompoknya si Dita si gue percaya coz ada Bos gue Bos Handi, Nah kaloo
lo yaa ampun cuma ngomong doang wooo
!”Sahut Denny
“Okta
! Deny! Kok malah pada ribuut?? Mau Ibu jewer lagi kupingnya ? !”Teriak Bu Ani
“Enng..
engga Bu.. “… Jawab mereka
***
“Thomas
Alfa Edison!” teriak Banyu
“Oke
gue setuju sama pendapat lo Bay” sahut Handi
“BTW
thanks ya Dit kamu udah bersedia rumah kamu dijadiin tempat blajar kita”Ujar
Aisyah
“Sama
– Sama Ai lagian aku juga seneng kalian bisa datang ke sini”Jawab Dita
Thomas
Alfa Edison adalah nama dari kelompok belajar mereka, Handi, Dita, Samsul, Banyu, Tya, Sella, Aisyah
. Rumah Dita terletak di pinggiran Kota Bogor yang masih memiliki pemandangan
yang sejuk, dibelakang rumahnya mengalir hantaran sungai Cisadane dan juga
banyak pohon Jambu air yang sengaja ditanam di pinggir sungai dibelakang
rumahnya, saat musim panen tiba Jambu yang tumbuh dapat di jual atau dinikmati sendiri
sebagai rujak.
“Ditt…
makan dulu. Ajak itu teman-temannya makan, Ibu mau ke rumah nenek sebentar”
“Iya
Buu…”sahut Dita
“Eh
kita makan dulu yuu.. ke dapur ya yang mau makan aja.. hha”ajak Dita
“Alhamdulillah
… yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba”Ujar Samsul
“Jadi
lo kesini Cuma numpang makan?” kata Sella
“Perut
Si Banyu en Handi udah bunyi juga kali dari tadi” jawab Samsul
“Tau
aje loo.. ayooo serbuuu” Ujar Banyu dengan semangat
Mereka
makan Siang di belakang rumah Dita sambil di selingi canda dan tawa. Menu kali
itu Nasi hangat, Sayur Asem, ikan Asin, Ayam Goreng, Lalapan , Tempe Dan Tahu. Mereka
makan dengan lahapnya Entah karna masakan ibu Dita yang enak atau karna lapar
.. hhe
Selesai makan Handi yang notabene
adalah ketua kelompok mereka memberikan instruksi untuk melanjutkan penelitian
saluran Air di Desa. Samsul, Handi dan Aisyah bertugas untuk mencari data di
lapangan. Sedangkan Dita,Banyu dan Sella di beri tugas untuk membuat kerangka
laporan dan mencari data tambahan dari internet. Melaui Laptop Banyu mereka bertiga
mulai untuk berselancar di dunia Maya. Sedangkan yang lainnya pergi keliling
kampung untuk mencari data.
“Aduuh perutku sakiiit” Rintih Sella
“Loh
sell kamu kenapa? Tadi kebanyakan makan sambel kali yah?” sahut Dita
“Mungkin
juga Dit”
“Lebih
baik kamu coba tiduran aja di kamar aku” tawar Dita
“Okelah
baik kalo gitu, tolong kamu lanjutin kerja ku ya. Ini tinggal disalin aja ko di
buku”. Ujar Sella
“Oke
sip!”
Akhirnya
Sella mencoba beristirahat sejenak di kamar Dita. Dita melanjutka kerja Sella
yaitu merangkum materi yang ada di buku. Sementara Banyu asik Searching materi
di Google sambil mendengarkan music
menggunakan Earphone…
“Bay..
Berisik bay…” keluh Dita
“Emang
kenapa Dit? Sorry sorry ye kalo lo keganggu. Eh ko sepi yang lain kemana
ngomong-ngomong?” Tanya Banyu
“Ke
Arab !”
“Waduuh..
Ko bisa? Gileee bener Bos Handi sampe meneliti saluran air ajah ke Arab. Salut
Gue!”celoteh Banyu
“Berisik
Bay..”Kata Dita lagi
“Gue
kan udah ga nyanyi Dit”
“Tapi
Lo ngomong mulu” Jawab Dita agak kesal
“Iye..iye..
maap. Eh ada yang bisa gue bantu ga?”
“Ada..
Tolong ambilin gue minum dong di kulkas di dapur”
“Buseeet..
kayak pembokat ajeh gu yak?”Jawab Banyu sambil berjalan menuju dapur.
Tak sengaja Banyu melewati kamar Dita, karna
pintunya terbuka maka ia mengintip sedikit ke kamar Dita. Ia melihat Sella yang
sedang tertidur di atas kasur. Ia melihat Sekeliling kamar Dita yang begitu rapih, bersih dan wangi. Ia mengagumi
gambar-gambar yang ada di dinding kamar. Gambar pemandangan alam, gambar rumah,
Jadwal Pelajaran sampai Jadwal Piket pun Dita menghiasnya dengan sangat rapih.
Sella terbangun dan seketika itu pula Banyu bergegas pergi ke dapur untuk mengambil
minum dan menghentikan lamunannya Ia yakin kalau itu adalah hasil dari karya
Dita semasa SD. “Benar benar cewek yang unik” ujar Banyu dalam Hati
Sesampainya di ruang tamu kembali ia
melihat ketiga temannya yang lain sudah
tiba. Sella pun juga sudah terbangun dari tidurnya dan ikut berkumpul kembali
di ruang tamu. Dari data data yang mereka dapatkan. Mereka membagi tugas
kembali untuk mempercepat tugas mereka. Banyu dan Dita di beri tugas untuk
membuat presentasi dalam power point
dan yang lainnya menyelesaikan Makalah Karya Ilmiah mereka.
Handi menyiapkan beberapa materi
yang mungkin akan ditanyakan pada saat presentasi nanti, sedangkan Sella
mencatat apa-apa saja yang sudah dan belum mereka lakukan untuk Laporan hasil
kinerja kepada Bu Ani. Aisyah sibuk mencari bahan untuk membuka, memandu dan
menutup Presentasi, Aisyah bertugas sebagai Moderator kelompok nanti. Sedangkan
Samsul sibuk melihat hasil – hasil Foto Pemantauan mereka melalui kamera
miliknya sambil memakan cemilan yang ada.
Dita dan Banyu Fokus dengan Power
Point mereka. “Bay gmana kalau kita buat lebih menarik lagi, misalnya ada
Backsound atau animasi gitu”.Ujar Dita
“Wah
ide bagus Dit, ntar gue coba deh”jawab Banyu
“Oke
oke. Pokoknya kita buat semenarik mungkin” Sahut Handi
“Siaaap
siapp boss !” Jawab mereka serentak
“Yaaaahhh..
Kripiknya abis ni Dit!” Ujar Samsul
“Makan
mulu si otak lo.. hahahahahahaha” ledek Sella
Menjelang maghrib mereka berpamitan
pulang, dan siap untuk Presentasi esok hari.
Presentasi karya Ilmiah berjalan
dengan lancar, seperti yang telah diprediksikan bahwa Handi dkk - lah yang mendapatkan point tertinggi dalam
Karya Ilmiah sederhana tersebut. Alhasil mereka mendapatkan nilai 9 tanpa harus
mengikuti UTS dan mendapatkan tiket Gratis Nonton di Cinema 21.
Kelompok Thomas Alfa Edison Janjian
untuk menonton Film bersama yaitu “15 km” pada akhir minggu Liburan Akhir
semester. Sebuah film mengenai
persahabatan, perjuangan, dan mimpi di bioskop di daerah sekolah mereka. Namun sayangnya pada hari yang telah
ditetapkan itu Dita berhalangan hadir Dita harus pergi keluar Kota bersama
keluarganya, karena sanak saudaranya ada yang menikah.
Sepulang dari menonton film, Banyu
mengirim pesan kepada Dita menanyakan alasan ketidaksertaan Dita. Dita pun
menjelaskan alasan kepada Banyu dan menanyakan mengenai Film yang baru saja
mereka tonton, terlibat beberapa adu pendapat membuat Banyu semakin tertarik
kepada Dita dan begitu pula sebaliknya. Banyu merasa ingin sekali bertemu Dita
walau hanya sekedar melihatnya, karena Ia tak mampu untuk mengartikan rasa yang
sebenarnya itu adalah “Cinta”. Banyu enggan untuk mengerti Cinta, dan malu
untuk mengakuinya karena Ia belum pernah sebelumnya merasakan hal yang seperti
ini.
Masih dalam hari libur Akhir Semester,
Banyu berniat ke rumah Dita dengan mengendarai sepeda motornya, Ia sudah
mempersiapkan kalau – kalau Dita melihat kedatangannya, Ia akan beralasan untuk
mencari inspirasi buat film pendeknya karena daerah rumah Dita termasuk daerah
yang masih asri di Kota Bogor ini. Benar saja, Setelah memberhentikan sepeda motornya di sebuah “saung” pinggir
sawah dekat rumah Dita, Banyu melihat sosok pujaan hatinya itu. Dita hendak
berjalan ke pasar untuk membeli bahan – bahan jualan kue Ibunya. Dita tak
sengaja melihat orang yang seperti dikenalnya.
“Banyu
!” Sapa Dita
“Eeeh….
Dita” Jawab Banyu dengan sedikit gugup karena kaget
“Ngapain
kamu kesini..?” Tanya Dita
“Ng…ng..anu..hm..”
Banyu menjawab pertanyaan Dita persis
seperti apa yang telah Ia rencanakan sebelumnya. Kemudian Banyu menawarkan diri
untuk mengantarkan Dita kepasar, Dita pun setuju karena Ia juga dapat mengirit
ongkos angkot kepasar. Banyu membantu membawa belanjaan Dita dipasar, Dita tidak malu untuk menawar bahan makanan
yang dibelinya, membuat Banyu agak heran dan tertawa ketika Dita membujuk
pedagang sayuran agar mendapatkan bonus sayuran.
“Sudah
nawar malah minta tambahan, dasar ga tau malu!” ledek Banyu
“Ini
namanya sifat dasar wanita sejati, sebagai calon ibu semua wanita harus irit
Bay!” Jawab Dita
Banyu terdiam dan hanya bisa tersenyum,
Ia semakin kagum dengan kemandirian seorang Dita. Selesai berbelanja, Banyu
mengantar Dita pulang kerumahnya kembali, kemudian Ia berpamitan pulang dengan
Ibu Dita.
“Nak
Banyu anaknya baik ya Dit?” Tanya Ibu Dita
“Biasa
saja Bu, teman Dita semuanya baik-baik Bu” Jawab Dita
“Tapi
Nak Banyu beda loh Dit”
“Beda
apanya sih Bu?”
“Iya
Dia ngapain coba mau nganterin kamu ke pasar? Trus ngapain juga Dia ada ke sini?”
“Ibu
lebay ah, Banyu kesini Cuma mau cari inspirasi buat film pendeknya Bu..” sahut
Dita
“Huu..
dasar anak kecil. Ibu lebih paham tentang yang seperti ini dibanding kamu”
Tegas Ibu
“Oke
deh Bu .. tapi selama ini belum ada hubungan apa – apa Bu, lagian Ibu tau kan
Dita masih memikirkan tentang Hada. Bukannya Dita masih perhatian atau gimana
ya Bu. Dita agak sedikit khawatir aja jika harus memulai rasa yang seperti itu
lagi” Jelas Dita
“Tapi
ingat ya Dit, ga semua laki – laki itu sama, jangan suudhan dulu” Ujar Ibu
“Iya
Bu.. “ Jawab Dita sambil berjalan membawa belanjaannya ke dapur.
Dita membuka jendela dan merenungkan
perkataan Ibundanya tadi, sambil memandangi pemandangan belakang rumahnya. Dita
teringat Hada cinta pertamanya semasa SMP dulu, Hada pernah berjanji intuk
terus menjaga dan bersama Dita. Namun, beberapa bulan setelah mereka lulus dari
SMP Hada pergi entah kemana hanya pernah terakhir kali Hada mengirin SMS
terakhir lalu
“Untuk Dita pelitaku, aku harus pergi
bukan untuk meninggalkan mu namun hanya sekejap terlepas darimu, Jika kau yakin
akan ku maka inilah jalan yang terbaik untuk kita. Tunggu aku..”
Dita telah membalas puluhan kali, dan
meneleponnya berulang kali, namun nomor HP Hada tetap saja tidak aktif. Ia
kesepian, hatinya hampa, Dita sangat mengkhawatirkan Hada. Kemana ia pergi? Kenapa Ia pergi? Apa yang
sedang Ia lakukan? Kapan Ia kembali? . Pertanyaan itu berulangkali timbul dalam
benaknya.
“Fiiiuuuuh… “ Dita menghela napas yang
panjang. Sampai akhirnya Adzan maghrib terdengar dan Ia pun menutup jendela
kamarnya.
***
Awal semester baru sudah di mulai
Bulan januari yang masih di selimuti hawa yang sejuk, Dita dan kawan - kawan mengawali semester baru ini dengan
semangat yang baru pula. Kala itu kelas 11 IPA 5 sedang berlangsung pelajaran
“Seni Budaya” yang membahas mengenai alat music. Handi yang kemarin merupakan
jawara kelas ini pun di minta untuk
memainkan sebuah alat music yang ada di Ruang Kesenian. Handi memainkan sebuah
alat music Khas sunda yaitu Suling Sunda yang hanya memiliki 6 lubang
diatasnya. Hmm Nice ! Handi memang serba bisa, ia memainkan Lagu Bubuy bulan
yang dia akhiri dengan tepuk tangan teman”nya serta pujian dari Guru Kesenian
yaitu Pa Purwa. Pa Purwa memiliki tubuh yang tinggi, umurnya sekitar 29 tahun
dan belum menikah, ia merupakan salah satu guru idola di sekolah. Utamanya
idola anak – anak perempuan yang mengagumi wajah manisnya itu.
Selanjutnya Pa Purwa menayakan siapa
jawara ke – 2 setelah Handi, dan anak- anak menjawab “Dita Pak !”. Spontan Dita
deg-degan setengah mati, karena Ia tak bisa memainkan alat music apapun, yang
Ia bisa hanya Pianika dan Suling Recorder yang tidak tersedia di Ruang
Kesenian.
“Dita
ayo maju “ Perintah Pa Purwa
“
Hm tapi Pak, saya tidak bisa memainkan alat music apapun” Jawab Dita
“Ya
sudah maju saja dulu jangan malu” Bujuk Pa Purwa
“Tidak
ada alat music yang bisa kamu mainkan,
tapi kamu bisa menikmatinya kan? Setiap manusia Pasti perlu hiburan dalam hari-
harinya, termasuk kamu Dita. Oke sekarang siapa yang ingin menemani Dita ke
depan? Yang pasti yang harus bisa memainkan Gitar Ini” Seru Pa Purwa sembari
menyodorkan Gitarnya.
“Saya
Pak !” Tiba – tiba Banyu mengacungkan telunjuk tangan kanannya
“Banyu!
Oke Oke.. silahkan maju kedepan” sambut Pa Purwa sambil tepuk tangan dan juga
diiringi teriakan dari teman – teman sekelasnya. “Cieee….. Banyu!! Cuit cuit
..!”
Namun
Banyu malah tersenyum dan percaya diri maju kedepan kelas untuk menemani Dita
yang sendirian. Dita pun akhirnya menjadi tambah deg-degan karna Banyu.
“Sippp…
Bapak sangat suka sekali dengan orang yang memiliki kepercayaan diri yang kuat.
Nah, sekarang siapa yang Juara – 3?” Tanya Pak Purwa Kembali.
“Saya
Pak..!”Sahut Okta
“Kamu
mau Request lagu apa untuk dua orang temanmu di depan ini?”
“Hah..?
” Dita kaget mendengarkan apa yang di utarakan Pak Purwa, “Jadi aku harus
nyanyi sama Banyu gitu? Matilah akuuu” Jerit Dita dalam hati
“hahahahaha..,
sorry ni yee Dit. Tapi gue lagi galau
berat ni, gue pengen lu nynyiin lagunya SHE-Apalah Art cinta!” ledek
Okta Kepada temannya itu
“Oke
Gue tau lagu itu! Ayo kita mulai Dit” Jawab Bayu dengan semangat
“Banyuuu!!!
Dodol amat sih ni orang…”Kata Dita dalam Hati
Untuk
sesaat Dita hanya Diam, dan Banyu terus melihat Dita yang tegang sambil
memegang gitar menunggu Dita membuka mulutnya. Sementara teman – temannya yang
lain beteriak “Ayooo dong.. Dit.. hhahaha ayo ayo ayo..”
Diawali
berdoa dalam hati Dita pun memulai…
“Apalah arti cinta bila aku tak bisa memilikimuApalah arti cinta bila pada akhirnya takkan menyatu
Sesulit inikah jalan takdirku yang tak inginkan kita bahagia
Bila aku tak berujung denganmu
Biarkan kisah ini ku kenang selamanya
Tuhan tolong buang rasa cintaku
Jika tak Kau ijinkan aku bersamanya…..” By:SHE
Senandung Dita diiringi dengan alunan gitar dari Banyu..
“Luaarrr… biasaaaa.. !” Pak Purwa memberikan standing applause untuk mereka berdua dan teman – temannya pun bersorak. Dita dan Banyu tersenyum lega mendengarkan respon dari Pa guru dan teman – temannya itu. Dan jam pelajaran Seni budaya pun berakhir.
***
~To Be Continued~
By :Tiara Ekawati Po Wijaya
Follow @TiaraEpow

Top 100 graphite titanium babyliss pro
BalasHapusTop 100 graphite titanium babyliss pro 1.1M. 100.6, 2M. 100.5M, 3M. 100.4M, 4M. titanium lug nuts 100.5M, 5M. 100.5M, 6M. 100.1M, titanium flashlight 7M. 100.1M, 8M. 100.5M, 9M. titanium industries 100.5M, 10M. 100.1M, 9M. 100.1M, edge titanium 10M. 100.1M, 출장마사지 11M.