Mengenai Saya

Jumat, 25 Januari 2013

“Tunjuk Satu Bintang”


Cinta merupakan satu kondisi dimana ketika kebahagiaan orang lain menjadi penting bagi kita. Pagi yang cerah mengawali langkah pertama Dita untuk menuntut ilmu di sekolah baru dengan tingkat yang lebih tinggi. Bertemu dengan berbagai macam karakter baru dengan individu yang berbeda pula. Hha begitu menyenangkan. Ia adalah seorang gadis Bernama Dita,seorang remaja yang baru saja merasakan kelulusan, nilai sempurna, pencapaian yang memuaskan, karena itu Ia berhasil meninggalkan sekolah lamanya dengan penuh senyuman.
Dita sudah ditinggal oleh ayahnya sejak ia berumur 6 tahun, Ia anak tunggal dan kini ia tinggal hanya berdua bersama Ibunda tercintanya di Kota Bogor. Karena itulah membuat pribadi Dita menjadi Mandiri, Pintar dan ia sangat sayang Ibunya.
Dimana ada petemuan pasti ada perpisahan itulah yang Dita alami. Hada cinta pertamanya harus Ia tinggalkan, perpisahan yang menggantung dengan berbagai janji yang tak tersampaikan.Perasaan murung menyelimuti hatinya, seperi awan mendung yang selalu mengikuti kemana pun Ia pergi. Dita hanya menatap papan tulis Bertuliskan rumus-rumus Matematika dengan tatapan kosong dan hampa.
Nisa teman sebangku Dita sekaligus sahabat barunya itu menyadari kejanggalan yang ada pada diri sahabatnya itu. Nisa mengajak Dita keluar kelas dengan alasan ke kamar kecil. Alasan yang selalu berhasil untuk memnta izin meninggalkan pelajaran yang membosankan. Terlebih lagi dengan di ajar pa Supri guru kolot namun mempunyai otak yang luar biasa, trus knapa kolot? Hahay karna pa Supri sangat buruk dalam hal membaca situasi dan mood muridnya alhasil pelajaran matematika adalah hal yang paling membosankan di Sekolah ini.        
“ Ta.. knapa sih loh? Gue perhatiin murung banget hidup lo?” Tanya Nisa
“ Entahlah Nis, gini yah rasanya kehilangan? Udah 6 bulan gak kasih kabar. Gue kan juga butuh spirit dalam hidup. Awalnya gue fine-fine ajh . Tapi lama-lama…” Tiba-tiba ada suara yang memotong percakapan mereka
 “ Misi- misi.. orang ganteng mau lewat…” 2 orang aneh tiba-tiba menyerobot dari belakang.
“Huh biasa aja dong…!” Sahut Nisa sewot.
               Deny dan Handi, 2 orang yang aneh menurut Dita. Yang satu ga bisa diem dan menyebalkan sekali yaitu Deny, dan yang satu lagi pendiem banget dan super jenius ialah Handi. Walau pendiem dan anti banget sama cewek tapi dia itu ketua kelas mereka. Mungkin hanya dia yang paling ga bisa protes saat  terpilih menjadi ketua kelas, karena bagi kelas ini 11 IPA 5 ketua kelas itu menjabat pula sebagai pembantu umum dan kambing hitam. Kelas kotor yang disalahkan Handi, Guru ga datang disalahkan Handi bahkan lampu kelas mati juga Handi yang disalahkan, emangnya tukang listrik apa???
“Ya ampun Dita, lu liat ga? Tadi Handi ngeliatin lu gitu Ta”  Seru Nisa.
“ Hah? Ya di kan punya mata wajarlah… hha “ Sahut Dita

 ***
“Siap berdoa mulai!” Seketika kelas menjadi hening karena komando dari ketuakelas mereka Handi. Kemudian pelajaran pun dimulai. Setelah memberikan tugas seperti biasa pa Supri keluar kelas sampai pada 5 menit terakhir jam pelajaran usai… Huuhh ..
 “ Eh Nis, mau kemana tuh Handi?” Tanya Dita kepada Nisa
 “ Cie, jadi merhatiin Handi gitu loh Ta?” sindir Nisa.
Tiba-tiba….
“Sob.. Tunggu sob..” (Gubraak !!! )
“hahahahahahahahahahaha … !” Suara kelas yang hening seketika pecah melihat Banyu terjatuh.
Banyu anak keturunan betawi ini memiliki tubuh yang tinggi dan kulit yang kecoklatan karna hobby nya bermain bola di lapangan. Dia merupakan teman semeja Handi sekaligus sahabat Si Ketua kelas Handi. Ia terjatuh dam mukanya seketika memerah dan berlari keluar kelas.
“Jiaaah.. dodol amat tuh orang?hahaha..” celoteh Nisa
“Iya ya… hahhahaa dasar dodol !” Dita pun tertawa tepingkal – pingkal dibuatnya sementara Banyu segera keluar kelas mengikuti jejak Handy, entah karna terburu – buru atau karna MALU.
“Banyu” adalah orang yang pertama yang membuat Dita tertawa  kembali di hari yang suram untuknya.
Jam Istirahat Dita, Nisa, Okta, dan Tya berbincang-bincang sambil menyantap Bakso favorit mereka.
“Gila ya, sumpah kesel banget gue sama Deny, semuaaa barang-barang gue yang dipinjem dia di Hak-milikin sama dia. Ogah gue pinjemin lagi tuh harta benda berharga gue” Ujar Okta sambil menyuap bakso di tangannya.
“Emang harta lo yang mana si yang berharga itu sampe segitunyaa ??” Tanya Tya.
“Palingan juga sandal jepit butut yang lo punya.. hha” sambung Nisa.
“Enak ajah Pulpen, Tipe-X, Pensil, Penghapus, Penggaris Gueee ..ga pernah dibalikin sama dia!!!” sahut Okta jengkel.
“Nah terus kenapa kamu masih pinjemin ATK kamu ke dia?”
“… (Okta diaam..)”
“Kalau kamu tau dia kayak gitu ya udah ga usah dipinjemin lagi sampe dia balikin semua barang yang Deny pinjem. Simple kan?” Ujar Dita
“Baru diomongin tuh dia datang sama si ketua kelas dan Banyu” tunjuk Nisa
“eh dia kesini tuh..”
“Mau ngapain lo kesini!” semprot Okta
“yee santai dong gue Cuma mau balikin ni! (sambil meberikan pulpen) punya lo bukan?” Tanya Deny
“iyeeee Gendut Ini Punya Gue !!” Jawab Okta sewot “lagian ya lo ga liat apa ni pulpen ada namanya. Idih ga tau malu, ga lagi lagi dah gue pinjemin apa apa ke Lo!” sambung Okta.
“Iya .. yang penting kan udah gue balikin. Ya udah deh Bos, Bay kita balik aja!” Deny menimpali
Mereka berlalu.. namun sekali lagi.. “Aduuuhhh Banyuuuuuuuu!!!” Teriak Tya yang roknya basah karna Banyu tidak sengaja menyenggol minuman Dita dan terkena rok Tya. ..
“Hoalah..sorrry sorry gue ga sengaja beneran deh.. haduuh ini minuman siapa emang?” ujar Banyu
“Dodol lo ga liat rok gua yang basah kena air? Lo malah nanyain itu minuman siapa?” kata Tya
“Udah ty.. jangan teriak-teriak gitu ga enak sama yang lain. Banyu itu minumanku dan sekarang kamu harus minta maaf ke Tya atas perbuatan kamu” Ujar Dita
“Ohh punya lo Dit? Gue udah minta maaf kali, emang ga denger? Ya udah sekali lagi gue minta maaf ya.. dan ga mungkin kan gue lap.in tuh rok lo yang basah Ty?” Canda Banyu
“Sialan lo ga sudi juga gue” sahut Tya
“Kaaaabuuuuur.. !” teriak Banyu sambil lari dan diikuti kedua temannya Deny dan Handi.
“hahahahahahaha… “Dita tertawa.
“Lah ko lo malah ketawa si Dit? Kesurupan?”Tanya Nisa sambil meraba-raba kening Dita
“Enak ajah. Itu orang idiot amat yah hahahahaha?” (sekali agi Banyu membuat Dita tertawa)
“Siapa? Banyu?.. emang tuh orang-orang kagak ada yang bener otaknya” sambung Okta.
(Teeeet…teeet… teeet..!!!) Bel masuk kelas pun berbunyi. Mereka berempat masuk kelas namun Dita dan Tya ke kamar kecil dahulu untuk membersihkan rok Tya yang Basah..
***
            Jam 06.30.. 30 menit sebelum Bel berbunyi seperti biasa anak laki-laki bermain bola di dalam kelas, sedangkan yang lainnya sibuk mengobrol mengenai banyak hal, dari yang penting sampai yang tidak penting. Dita datang membawa payung dan masuk kedalam kelas dalam keadaan sedikit kebasahan. Sambil menutup kembali payungnya ia berjalan menuju Meja nya. Meja belakangnya sudah ada Tya dan Okta yang asik mengobrol. Sementara teman semejanya yaitu Nisa seperti biasa ia hampir selalu datang terlambat.
            Jam 07.00 bel masuk berbunyi. Hujan di bulan September, Membuat suasana yang sejuk hingga masuk ke dalam kelas 11 IPA 5 yang sedang melakukan Kegiatan Belajar Mengajar.
 “Hoaaaamp” Okta menguap.
“Oktaviani !!!” Teriak Bu Ani Guru IPA Biologi “Tidak sopan kamu menguap didalam kelas seperti itu!”
“Em..emm Maaf Bu..”ujar Okta ketakutan
“Maju kedepan kamu sekarang!”
“Mau ngapain Bu?”
“Cepat maju dan bantu ibu”
“Baik Bu” Okta menuju depan kelas sambil ketakutan, hal apa yang akan Bu Ani lakukan terhadapnya.
“Bantu Ibu menulis semua nama teman sekelas kamu dalam beberapa kertas. Kemudian kamu gulung seperti kertas arisan” Ujar Sang Guru muda itu
“HAH ! apa bu”jawab Okta
“Kurang Gede itu mulutnya…!”ujar Bu Ani sambil menjewer kuping Okta.
“Hahahahahahaha… “ Seisi kelas pun tertawa geli..
Bu Ani menyuruh Okta untuk menulis semua nama anak kelas, dan mengocoknya dan di bagi menjadi 6 kelompok dari 40 siswa. Setelah di kocok inilah hasilnya:
Kelompok satu “Handi, Dita, Samsul, Banyu, Tya, Sella, Aisyah”
Kelompok dua “Diki, Anjar, Yanto, Deny, Dini, Amel, dan Ajeng”
Kelompok tiga “Okta, Ani, Tyas, Rizki, Ridwan, Nisa dan Puspita”
Kelompok empat “Indra, Dian, Andin, Fahmi, Said, Kania, dan Prita”
Kelompok lima “Siti, Farel, Sinar, Kuncoro, Indah dan Lukman”
Kelompok enam “Septian, Hadi, Arum, Sinta, Rania dan Eka”
“Masing – masing dari kelompok kalian harus membuar sebuah karya ilmiah yang berhubungan dengan Alam dan Sekitarnya, dikumpulkan paling lambat Dua minggu dari sekarang. Dan Kelompok terbaik akan mendapatkan nilai 9 dalam UTS nanti dan mendapat sebuah hadiah voucher Nonton di Cinema 21 masing – masing  satu Gratis!!!” Ujar Bu Ani..
“Waaaaw … gile bener nilai 9 di UTS, ga perlu belajar lagi gue” celoteh Deny
“Iya itu juga kalo kelompok lo menang Gendut! Jangan seneng dulu deh kelompok gue atau kelompoknya Dita yang pasti menang” Celoteh Okta
“ Kalau kelompoknya si Dita si gue percaya coz ada Bos gue Bos Handi, Nah kaloo lo yaa ampun cuma ngomong doang  wooo !”Sahut Denny
“Okta ! Deny! Kok malah pada ribuut?? Mau Ibu jewer lagi kupingnya ? !”Teriak Bu Ani
“Enng.. engga Bu.. “… Jawab mereka
***

“Thomas Alfa Edison!” teriak Banyu
“Oke gue setuju sama pendapat lo Bay” sahut Handi
“BTW thanks ya Dit kamu udah bersedia rumah kamu dijadiin tempat blajar kita”Ujar Aisyah
“Sama – Sama Ai lagian aku juga seneng kalian bisa datang ke sini”Jawab Dita
Thomas Alfa Edison adalah nama dari kelompok belajar mereka,  Handi, Dita, Samsul, Banyu, Tya, Sella, Aisyah . Rumah Dita terletak di pinggiran Kota Bogor yang masih memiliki pemandangan yang sejuk, dibelakang rumahnya mengalir hantaran sungai Cisadane dan juga banyak pohon Jambu air yang sengaja ditanam di pinggir sungai dibelakang rumahnya, saat musim panen tiba Jambu yang tumbuh dapat di jual atau dinikmati sendiri sebagai rujak.
“Ditt… makan dulu. Ajak itu teman-temannya makan, Ibu mau ke rumah nenek sebentar”
“Iya Buu…”sahut Dita
“Eh kita makan dulu yuu.. ke dapur ya yang mau makan aja.. hha”ajak Dita
“Alhamdulillah … yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba”Ujar Samsul
“Jadi lo kesini Cuma numpang makan?” kata Sella
“Perut Si Banyu en Handi udah bunyi juga kali dari tadi” jawab Samsul
“Tau aje loo.. ayooo serbuuu” Ujar Banyu dengan semangat
Mereka makan Siang di belakang rumah Dita sambil di selingi canda dan tawa. Menu kali itu Nasi hangat, Sayur Asem, ikan Asin, Ayam Goreng, Lalapan , Tempe Dan Tahu. Mereka makan dengan lahapnya Entah karna masakan ibu Dita yang enak atau karna lapar .. hhe
            Selesai makan Handi yang notabene adalah ketua kelompok mereka memberikan instruksi untuk melanjutkan penelitian saluran Air di Desa. Samsul, Handi dan Aisyah bertugas untuk mencari data di lapangan. Sedangkan Dita,Banyu dan Sella di beri tugas untuk membuat kerangka laporan dan mencari data tambahan dari internet. Melaui Laptop Banyu mereka bertiga mulai untuk berselancar di dunia Maya. Sedangkan yang lainnya pergi keliling kampung untuk mencari data.
            “Aduuh perutku sakiiit” Rintih Sella
“Loh sell kamu kenapa? Tadi kebanyakan makan sambel kali yah?” sahut Dita
“Mungkin juga Dit”
“Lebih baik kamu coba tiduran aja di kamar aku” tawar Dita
“Okelah baik kalo gitu, tolong kamu lanjutin kerja ku ya. Ini tinggal disalin aja ko di buku”. Ujar Sella
“Oke sip!”
Akhirnya Sella mencoba beristirahat sejenak di kamar Dita. Dita melanjutka kerja Sella yaitu merangkum materi yang ada di buku. Sementara Banyu asik Searching materi di Google sambil mendengarkan music menggunakan Earphone
“Bay.. Berisik bay…” keluh Dita
“Emang kenapa Dit? Sorry sorry ye kalo lo keganggu. Eh ko sepi yang lain kemana ngomong-ngomong?” Tanya Banyu
“Ke Arab !”
“Waduuh.. Ko bisa? Gileee bener Bos Handi sampe meneliti saluran air ajah ke Arab. Salut Gue!”celoteh Banyu
“Berisik Bay..”Kata Dita lagi
“Gue kan udah ga nyanyi Dit”
“Tapi Lo ngomong mulu” Jawab Dita agak kesal
“Iye..iye.. maap. Eh ada yang bisa gue bantu ga?”
“Ada.. Tolong ambilin gue minum dong di kulkas di dapur”
“Buseeet.. kayak pembokat ajeh gu yak?”Jawab Banyu sambil berjalan menuju dapur.
 Tak sengaja Banyu melewati kamar Dita, karna pintunya terbuka maka ia mengintip sedikit ke kamar Dita. Ia melihat Sella yang sedang tertidur di atas kasur. Ia melihat Sekeliling kamar Dita yang begitu  rapih, bersih dan wangi. Ia mengagumi gambar-gambar yang ada di dinding kamar. Gambar pemandangan alam, gambar rumah, Jadwal Pelajaran sampai Jadwal Piket pun Dita menghiasnya dengan sangat rapih. Sella terbangun dan seketika itu pula Banyu bergegas pergi ke dapur untuk mengambil minum dan menghentikan lamunannya Ia yakin kalau itu adalah hasil dari karya Dita semasa SD. “Benar benar cewek yang unik” ujar Banyu dalam Hati
            Sesampainya di ruang tamu kembali ia melihat ketiga temannya yang lain  sudah tiba. Sella pun juga sudah terbangun dari tidurnya dan ikut berkumpul kembali di ruang tamu. Dari data data yang mereka dapatkan. Mereka membagi tugas kembali untuk mempercepat tugas mereka. Banyu dan Dita di beri tugas untuk membuat presentasi dalam power point dan yang lainnya menyelesaikan Makalah Karya Ilmiah mereka.
            Handi menyiapkan beberapa materi yang mungkin akan ditanyakan pada saat presentasi nanti, sedangkan Sella mencatat apa-apa saja yang sudah dan belum mereka lakukan untuk Laporan hasil kinerja kepada Bu Ani. Aisyah sibuk mencari bahan untuk membuka, memandu dan menutup Presentasi, Aisyah bertugas sebagai Moderator kelompok nanti. Sedangkan Samsul sibuk melihat hasil – hasil Foto Pemantauan mereka melalui kamera miliknya sambil memakan cemilan yang ada.
            Dita dan Banyu Fokus dengan Power Point mereka. “Bay gmana kalau kita buat lebih menarik lagi, misalnya ada Backsound atau animasi gitu”.Ujar Dita
“Wah ide bagus Dit, ntar gue coba deh”jawab Banyu
“Oke oke. Pokoknya kita buat semenarik mungkin” Sahut Handi
“Siaaap siapp boss !” Jawab mereka serentak
“Yaaaahhh.. Kripiknya abis ni Dit!” Ujar Samsul
“Makan mulu si otak lo.. hahahahahahaha” ledek Sella
Menjelang maghrib mereka berpamitan pulang, dan siap untuk Presentasi esok hari.
            Presentasi karya Ilmiah berjalan dengan lancar, seperti yang telah diprediksikan bahwa Handi dkk -  lah yang mendapatkan point tertinggi dalam Karya Ilmiah sederhana tersebut. Alhasil mereka mendapatkan nilai 9 tanpa harus mengikuti UTS dan mendapatkan tiket Gratis Nonton di Cinema 21.
            Kelompok Thomas Alfa Edison Janjian untuk menonton Film bersama yaitu “15 km” pada akhir minggu Liburan Akhir semester.  Sebuah film mengenai persahabatan, perjuangan, dan mimpi di bioskop di daerah sekolah mereka.  Namun sayangnya pada hari yang telah ditetapkan itu Dita berhalangan hadir Dita harus pergi keluar Kota bersama keluarganya, karena sanak saudaranya ada yang menikah.
Sepulang dari menonton film, Banyu mengirim pesan kepada Dita menanyakan alasan ketidaksertaan Dita. Dita pun menjelaskan alasan kepada Banyu dan menanyakan mengenai Film yang baru saja mereka tonton, terlibat beberapa adu pendapat membuat Banyu semakin tertarik kepada Dita dan begitu pula sebaliknya. Banyu merasa ingin sekali bertemu Dita walau hanya sekedar melihatnya, karena Ia tak mampu untuk mengartikan rasa yang sebenarnya itu adalah “Cinta”. Banyu enggan untuk mengerti Cinta, dan malu untuk mengakuinya karena Ia belum pernah sebelumnya merasakan hal yang seperti ini.            
Masih dalam hari libur Akhir Semester, Banyu berniat ke rumah Dita dengan mengendarai sepeda motornya, Ia sudah mempersiapkan kalau – kalau Dita melihat kedatangannya, Ia akan beralasan untuk mencari inspirasi buat film pendeknya karena daerah rumah Dita termasuk daerah yang masih asri di Kota Bogor ini. Benar saja, Setelah memberhentikan  sepeda motornya di sebuah “saung” pinggir sawah dekat rumah Dita, Banyu melihat sosok pujaan hatinya itu. Dita hendak berjalan ke pasar untuk membeli bahan – bahan jualan kue Ibunya. Dita tak sengaja melihat orang yang seperti dikenalnya.
“Banyu !” Sapa Dita
“Eeeh…. Dita” Jawab Banyu dengan sedikit gugup karena kaget
“Ngapain kamu kesini..?” Tanya Dita
“Ng…ng..anu..hm..”
Banyu menjawab pertanyaan Dita persis seperti apa yang telah Ia rencanakan sebelumnya. Kemudian Banyu menawarkan diri untuk mengantarkan Dita kepasar, Dita pun setuju karena Ia juga dapat mengirit ongkos angkot kepasar. Banyu membantu membawa belanjaan Dita dipasar,  Dita tidak malu untuk menawar bahan makanan yang dibelinya, membuat Banyu agak heran dan tertawa ketika Dita membujuk pedagang sayuran agar mendapatkan bonus sayuran.
“Sudah nawar malah minta tambahan, dasar ga tau malu!” ledek Banyu
“Ini namanya sifat dasar wanita sejati, sebagai calon ibu semua wanita harus irit Bay!” Jawab Dita
Banyu terdiam dan hanya bisa tersenyum, Ia semakin kagum dengan kemandirian seorang Dita. Selesai berbelanja, Banyu mengantar Dita pulang kerumahnya kembali, kemudian Ia berpamitan pulang dengan Ibu Dita.
“Nak Banyu anaknya baik ya Dit?” Tanya Ibu Dita
“Biasa saja Bu, teman Dita semuanya baik-baik Bu” Jawab Dita
“Tapi Nak Banyu beda loh Dit”
“Beda apanya sih Bu?”
“Iya Dia ngapain coba mau nganterin kamu ke pasar? Trus ngapain juga Dia ada ke sini?”
“Ibu lebay ah, Banyu kesini Cuma mau cari inspirasi buat film pendeknya Bu..” sahut Dita
“Huu.. dasar anak kecil. Ibu lebih paham tentang yang seperti ini dibanding kamu” Tegas Ibu
“Oke deh Bu .. tapi selama ini belum ada hubungan apa – apa Bu, lagian Ibu tau kan Dita masih memikirkan tentang Hada. Bukannya Dita masih perhatian atau gimana ya Bu. Dita agak sedikit khawatir aja jika harus memulai rasa yang seperti itu lagi” Jelas Dita
“Tapi ingat ya Dit, ga semua laki – laki itu sama, jangan suudhan dulu” Ujar Ibu
“Iya Bu.. “ Jawab Dita sambil berjalan membawa belanjaannya ke dapur.
Dita membuka jendela dan merenungkan perkataan Ibundanya tadi, sambil memandangi pemandangan belakang rumahnya. Dita teringat Hada cinta pertamanya semasa SMP dulu, Hada pernah berjanji intuk terus menjaga dan bersama Dita. Namun, beberapa bulan setelah mereka lulus dari SMP Hada pergi entah kemana hanya pernah terakhir kali Hada mengirin SMS terakhir lalu
“Untuk Dita pelitaku, aku harus pergi bukan untuk meninggalkan mu namun hanya sekejap terlepas darimu, Jika kau yakin akan ku maka inilah jalan yang terbaik untuk kita. Tunggu aku..”
Dita telah membalas puluhan kali, dan meneleponnya berulang kali, namun nomor HP Hada tetap saja tidak aktif. Ia kesepian, hatinya hampa, Dita sangat mengkhawatirkan Hada.  Kemana ia pergi? Kenapa Ia pergi? Apa yang sedang Ia lakukan? Kapan Ia kembali? . Pertanyaan itu berulangkali timbul dalam benaknya.
“Fiiiuuuuh… “ Dita menghela napas yang panjang. Sampai akhirnya Adzan maghrib terdengar dan Ia pun menutup jendela kamarnya.
***
            Awal semester baru sudah di mulai Bulan januari yang masih di selimuti hawa yang sejuk, Dita dan kawan -  kawan mengawali semester baru ini dengan semangat yang baru pula. Kala itu kelas 11 IPA 5 sedang berlangsung pelajaran “Seni Budaya” yang membahas mengenai alat music. Handi yang kemarin merupakan jawara kelas ini  pun di minta untuk memainkan sebuah alat music yang ada di Ruang Kesenian. Handi memainkan sebuah alat music Khas sunda yaitu Suling Sunda yang hanya memiliki 6 lubang diatasnya. Hmm Nice ! Handi memang serba bisa, ia memainkan Lagu Bubuy bulan yang dia akhiri dengan tepuk tangan teman”nya serta pujian dari Guru Kesenian yaitu Pa Purwa. Pa Purwa memiliki tubuh yang tinggi, umurnya sekitar 29 tahun dan belum menikah, ia merupakan salah satu guru idola di sekolah. Utamanya idola anak – anak perempuan yang mengagumi wajah manisnya itu.
            Selanjutnya Pa Purwa menayakan siapa jawara ke – 2 setelah Handi, dan anak- anak menjawab “Dita Pak !”. Spontan Dita deg-degan setengah mati, karena Ia tak bisa memainkan alat music apapun, yang Ia bisa hanya Pianika dan Suling Recorder yang tidak tersedia di Ruang Kesenian.
“Dita ayo maju “ Perintah Pa Purwa
“ Hm tapi Pak, saya tidak bisa memainkan alat music apapun” Jawab Dita
“Ya sudah maju saja dulu jangan malu” Bujuk Pa Purwa
“Tidak ada alat music yang bisa kamu  mainkan, tapi kamu bisa menikmatinya kan? Setiap manusia Pasti perlu hiburan dalam hari- harinya, termasuk kamu Dita. Oke sekarang siapa yang ingin menemani Dita ke depan? Yang pasti yang harus bisa memainkan Gitar Ini” Seru Pa Purwa sembari menyodorkan Gitarnya.
“Saya Pak !” Tiba – tiba Banyu mengacungkan telunjuk tangan kanannya
“Banyu! Oke Oke.. silahkan maju kedepan” sambut Pa Purwa sambil tepuk tangan dan juga diiringi teriakan dari teman – teman sekelasnya. “Cieee….. Banyu!! Cuit cuit ..!”
Namun Banyu malah tersenyum dan percaya diri maju kedepan kelas untuk menemani Dita yang sendirian. Dita pun akhirnya menjadi tambah deg-degan karna Banyu.
“Sippp… Bapak sangat suka sekali dengan orang yang memiliki kepercayaan diri yang kuat. Nah, sekarang siapa yang Juara – 3?” Tanya Pak Purwa Kembali.
“Saya Pak..!”Sahut Okta
“Kamu mau Request lagu apa untuk dua orang temanmu di depan ini?”
“Hah..? ” Dita kaget mendengarkan apa yang di utarakan Pak Purwa, “Jadi aku harus nyanyi sama Banyu gitu? Matilah akuuu” Jerit Dita dalam hati
“hahahahaha.., sorry ni yee Dit. Tapi gue lagi galau  berat ni, gue pengen lu nynyiin lagunya SHE-Apalah Art cinta!” ledek Okta Kepada temannya itu
“Oke Gue tau lagu itu! Ayo kita mulai Dit” Jawab Bayu dengan semangat
“Banyuuu!!! Dodol amat sih ni orang…”Kata Dita dalam Hati
Untuk sesaat Dita hanya Diam, dan Banyu terus melihat Dita yang tegang sambil memegang gitar menunggu Dita membuka mulutnya. Sementara teman – temannya yang lain beteriak “Ayooo dong.. Dit.. hhahaha ayo ayo ayo..”
Diawali berdoa dalam hati Dita pun  memulai…
“Apalah arti cinta bila aku tak bisa memilikimu
Apalah arti cinta bila pada akhirnya takkan menyatu
Sesulit inikah jalan takdirku yang tak inginkan kita bahagia

Bila aku tak berujung denganmu
Biarkan kisah ini ku kenang selamanya
Tuhan tolong buang rasa cintaku
Jika tak Kau ijinkan aku bersamanya…..” By:SHE

 Senandung Dita diiringi dengan alunan gitar dari Banyu..
“Luaarrr… biasaaaa.. !” Pak Purwa memberikan standing applause untuk mereka berdua dan teman – temannya pun bersorak. Dita dan Banyu tersenyum lega mendengarkan respon dari Pa guru dan teman – temannya itu. Dan jam pelajaran Seni budaya pun berakhir.
***
          

         


~To Be Continued~ 
By :Tiara Ekawati Po Wijaya
Follow @TiaraEpow 


1 komentar:

  1. Top 100 graphite titanium babyliss pro
    Top 100 graphite titanium babyliss pro 1.1M. 100.6, 2M. 100.5M, 3M. 100.4M, 4M. titanium lug nuts 100.5M, 5M. 100.5M, 6M. 100.1M, titanium flashlight 7M. 100.1M, 8M. 100.5M, 9M. titanium industries 100.5M, 10M. 100.1M, 9M. 100.1M, edge titanium 10M. 100.1M, 출장마사지 11M.

    BalasHapus